Clock

Daftar Blog Rekan UPTD

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengobatan Diabetes dengan Susu Low Fat

Diposting oleh Puskesmas Babelan2 Selasa, 09 November 2010 0 komentar

Pengobatan Diabetes dengan Susu Low Fat

Anda didiagnosa dokter mengidap diabetes? Penelitian terbaru menyarankan agar kita mengonsumsi produk olahan susu dengan kadar lemak rendah (low fat), seperti smoothie yang dibuat dari yogurt rendah lemak. Tapi jangan juga lupa untuk melengkapinya dengan rutin berolahraga.

Kesimpulan ini didapat dari 10 tahun penelitian yang dilakukan terhadap 3.000 responden. Mereka kemudian dibagi menjadi 2 kelompok. Pertama adalah kelompok yang mengonsumsi berbagai jenis produk susu dan kelompok kedua tidak mengonsumsi olahan susu sama sekali. Hasilnya, kelompok pertama memiliki resistensi insulin 70 persen lebih rendah.

Apa itu resistensi insulin? Resistensi insulin merupakan suatu kondisi dimana kepekaan hormon insulin mengalami penurunan dan membuat kadar gula darah kita tidak seimbang atau kelebihan gula darah. Umunya obesitas atau kegemukan, ditandai dengan meningkatnya resistensi insulin.

“Semua kandungan dalam susu, seperti laktosa, protein, dan lemak berpotensi meningkatkan kadar gula,” ujar Mark A. Pereira, PhD, salah satu peneliti dari Harvard Medical School. Namun gula susu (laktosa) yang diubah menjadi gula darah diproses lebih lambat, sehingga baik untuk mengontrol kadar gula darah dan menurunkan tingkat insulin.

Protein dalam susu akan membantu menjaga kekebalan tubuh kita. Sedangkan kandungan lemaknya akan membuat kita juga merasa terpuaskan. Nikmati juga nutrisi lain dari produk-produk olahan susu yang juga bermanfaat, seperti kalsium, magnesium, dan potasium.

Mari perangi diabetes dengan :
1. Mengonsumsi 2 porsi susu rendah lemak setiap hari. Setiap porsi akan memotong resistensi insuli yang berlebih hingga 20%.

2. Lakukan penukaran. Pilihlah produk-produk olahan susu, ketimbang camilan berkarbohidrat tinggi dan rendah serat, seperti minuman bersoda, permen, atau makanan cepat saji.

3. Dampingi susu dengan buah, sayur dan gandum utuh. Kita bisa menambahkan potong buah segar di dalam yogurt saat sarapan. Atau melelehkan keju rendah lemak di atas roti gandum utuh

sumber : kompas

Efek Samping Obat Rematik dan Nyeri Sendi

Diposting oleh Puskesmas Babelan2 0 komentar

Efek Samping Obat Rematik dan Nyeri Sendi


Nyeri pada persendian merupakan gejala utama dari penyakit rematik. Karena itu, fokus penanganan pasien rematik adalah mengontrol rasa nyeri serta mengurangi kerusakan sendi, salah satunya dengan terapi farmakologi atau obat-obatan.

Obat rematik termasuk dalam obat keras dan harus dikonsumsi dalam jangka panjang, bahkan seumur hidup. Karena itu masyarakat diharapkan tidak sembarangan mengonsumsi obat rematik karena efek sampingnya tidak remeh.

Menurut dr.Bambang Setyohadi, Sp.PD-KR, dari Divisi Reumatologi FKUI/RSCM, secara umum mekanisme obat rematik bekerja dengan tiga cara, yakni pereda nyeri (pain killer), meredakan radang, serta ada pula obat yang bekerja untuk memodifikasi perjalanan penyakit.

“Obat rematik harus dikonsumsi dalam jangka panjang, karena itu berdampak pada tubuh. Misalnya saja merusak ginjal, liver, menekan sumsum tulang, dan sebagainya. Obat pereda nyeri saja jika sering-sering dikonsumsi pasti menimbulkan efek samping,” katanya dalam acara media edukasi mengenai penyakit rematik yang diadakan Pfizer di Jakarta (4/11/2010).

Itu sebabnya, menurut dr.Bambang setiap dua atau tiga bulan sekali pasien rematik harus kontrol ke dokter untuk memonitor kesehatan secara umum. Biasanya dokter akan meminta pasien untuk melakukan cek darah di laboratorium.

Meski dikonsumsi jangka panjang, namun obat rematik sekali-sekali bisa dihentikan. “Rematik memang tidak bisa disembuhkan, tapi bukan berarti penyakitnya tidak bisa mereda atau mencapai fase remisi. Jika penyakitnya reda, obatnya boleh dihentikan. Karena itu penting untuk berobat teratur sehingga bisa dicapai remisi yang lama,” katanya.

sumber : kompas

Gejala Demam Berdarah

Diposting oleh Puskesmas Babelan2 0 komentar

Gejala Demam Berdarah

Seseorang yang terinfeksi virus Demam Berdarah Dengue (DBD), umumnya menunjukkan gejala-gejala berikut:

  • Demam tinggi terus menerus. Suhu badan sekitar 39 - 40 derajat Celcius. Hal ini menyebabkan sakit kepala pada penderita.
  • Demam tanpa disertai batuk-batuk.
  • Sakit perut atau mual.
  • Badan terasa pegal atau nyeri pada persendian.
  • Muncul bintik-bintik merah, tetapi hal ini tidak selalu terjadi pada setiap kasus.

Jika ada anggota keluarga Anda menunjukkan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk mendapat pengobatan. Jangan biarkan demam terlalu lama karena dapat mengakibatkan terlambat untuk ditolong. Untuk lebih pastinya, Anda dapat melakukan cek darah.


me & my frendzzzzz

Diposting oleh Puskesmas Babelan2 Selasa, 20 Juli 2010 1 komentar

| edit post

Penyuluhan Di Desa Buni Bakti

Diposting oleh Puskesmas Babelan2 Kamis, 24 Juni 2010 0 komentar

| edit post
Diposting oleh Puskesmas Babelan2 Sabtu, 19 Juni 2010 1 komentar


membahas : - evaluasi laporan bulanan dan kinerja staff

| edit post
Diposting oleh Puskesmas Babelan2 0 komentar



| edit post

puskesmas Babelan II

Diposting oleh Puskesmas Babelan2 1 komentar

Puskesmas Babelan II .

Diposting oleh Puskesmas Babelan2 0 komentar



| edit post

bintek hari ke 2

Diposting oleh Puskesmas Babelan2 Senin, 10 Mei 2010 0 komentar



hari ke 2 menambah pengetahuan untuk saya pribadi.walaupun pusingggggg.......tapi mengasikkan.

| edit post

Search

Print This Page

Entri Populer

Label

Shoutmix


ShoutMix chat widget

SP3 DATINKES KAB BEKASI